Pesta Sastra

Sastra seperti halnya sebuah pesta, layak untuk di nikmati. Enjoy on this page \(^o^)/ Im Cinde Biduan Intan, 18th. Studied at faculty of language and art , Education Univercity Of Indonesian 2011.

May 16, 2012 1:15 am

Melanglang Hilang

Ada yang hilang dari seminggu ini

Ada Sapi tanpa ekor

Ada sepedah tak bersadel

dan ada cerita tanpa pendengarnya

Entah binasa dimana

Membawa lari jejakku yang berkabung

Mencuri nuraniku yang kembung oleh limbung

Melucuti anganku yang berduri derum

Hilang yang bawakan kemenangan

May 3, 2012 11:00 pm

Referensi Tenda

  • Krisna : Ternyata ada tenda yang 500 ribuan whehehe
  • Cinde : Emang ada. Cuma kwalitasnya nggak superior.
  • Krisna : Iya euy mencurigakan. Terus cuma muat 3 orang, ah.
  • Cinde : Merk Lafuma bagus tuh. Anti air, anti angin dan anti badai.
  • Krisna : Bukan buat ngecamp di Everest ini.Tenda eigger ada nggak sih?
  • Cinde : Ada atuh. Makanya kalau ke BIP jangan cuma ke food courtnya aja, ke adventure shopnya juga.
  • Krisna : Da aku mah nggak pernah ke BIP.
  • Cinde : Makanya jangan cuma ke Arjasari aja, sekali - kali ke BIP juga dong.
  • Krisna : Sialan -_-
10:48 pm

Malarindu

Sayang, tidurku berselimutkan rindu.

Sedang makanku bermenukan rindu.

Bahkan dalam sujudku yang tak khusyuk, kerinduan menghentak - hentak dahsyat di alam sadarku.

Hingga kini tak lagi tertampung.

Meluap deras ke semananjung petaka.

Lalu pada sanubari yang menerus rindu.

Aku hanya tinggal menghitung detik - detik sakaratulku.

Tiga… Dua… Satu…

Seketika dentuman raksasa terdengar menggema.

Itulah aku bersama rinduku yang kini mati.

Meledak hebat diruang semesta pilu.

April 15, 2012 4:44 am

Memorabilia Shubuh

Di singgasana reot ini,  

ku putar memoarku semasa bocah

 

Betapa sebongkah kulit jeruk bali dapat ku gubah menjadi momobilan

Sambil menyenandungkan dodolidodolipret

Betapa gelak tawa begitu menggema di tanah lapang

Beradu dengan jerit tegang para pemain benteng-bentengan

Atau sesekali terdengar lantunan tembang dalam ritual permainan ucing sumput

hompipahalayumgambreng!

Betapa lincah kaki-kaki pemain boy-boyan tunggang-langgang menyelamatkan diri

Sambil tak lupa menyusun kepingan genting yang berhamburan

Betapa sondah telah mengkotak-kotakan rute perjalanan kita

 

Kini perjalanan ku sampai pada kotak terakhir

Waktu pun tak lagi shubuh,  aku telah menghampiri senja

Memoar usang ini hendak ku bagi

Pada anak cucuku di kala ini

Agar ada penerus pemain gobak sodor

Agar kulit jeruk bali tak lantas bercokol di tong sampah

Agar jerit riang itu tetap membahana di tanah lapang

Bukan diruang penuh sekat yang konon bertarif tiap jamnya

Agar jeritanmu bebas menantang lawan

Bukan terpantul layar komputer 24 inch

Nak,  bermain juga butuh langkah gesit

Bukan hanya terpaku melawan monster jahanam yang maya

April 7, 2012 9:41 am
"Kau tinggal pilih, Kanda. Karangan bunga yang rentan layu atau karangan sajakku yang tahan mengabadikan kisah kita? Agar kau tersenyum jenaka di tiap malamnya. Malam yang bertaburan rindu :)"

DEBI (CINDE B.I.)
9:28 am
"Aku jatuh cinta padamu, dengan segala rasa tidak cintamu padaku."

CIBI (Cinde B.I)
9:10 am

Pesanan

Bola mataku terlalu kecil tuk sembunyikan cinta yang besar.

Hingga ku pesan selusin bola matahari agar cintaku muat di kandungnya.

Sebelum turun serupa linangan airmata.

Mungkin airmata bahagia, mungkin jua airmata nestapa.

8:54 am
"Sejak kapan terik bagaskara buatku menggigil? Sejak aku jengah disuguhi cinta yang mengerontang gersang."

Cinde B. Intan
March 4, 2012 8:19 am

No editing! :D

February 17, 2012 3:43 am

Perawan Tua

  • Cinde : Wim gimana pendapatnya? (Seusai curhat)
  • Wima : Ah kamu mah ari udah ada disia- siain. Apa salahnya membuka hati Cin?
  • Cinde : Nggak sreg :(
  • Wima : Perawan tua loh!!!
  • Cinde : Waaah tidakkk, jangan doong huhuhu :'(